Idrus Satpam Sawit Terdakwa Sabu Divonis Bebas di PN Sampit.

By Administrator Published on 31:12, 16 May 2019.
Idrus Satpam Sawit Terdakwa Sabu Divonis Bebas di PN Sampit.

Sampit – RN. PN Sampit membuat vonis spektakuler dalam perkara kepemilikan sabu sabu 15 Mei 2019. Majelis hakim Muslim Setiawan yang didampingi hakim Dony Prianto dan Ike Liduri menyatakan Idrus, satpam perusahaan sawit, tidak terbukti bersalah sebagaimana tuntutan jaksa dari Kejari Seruyan atas kasus sabu.

Hakim pun menjatuhkan vonis bebas kepada satpam perkebunan kelapa sawit itu. Usai dibacakan vonis itu Idrus langsung sujud syukur dan langsung memeluk penasihat hukumnya Bambang Nugroho. "Dari keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian terdakwa tidak kemana-mana saat itu. Selain itu perilaku terdakwa baik saja dan hasil tes urine negatif," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampit, Muslim Setiawan, Rabu, 15 Mei 2019.

Selain itu jika dihubungkan keterangan saksi polisi yang menangkap terdakwa, dengan cara menelungkupkannya dan diinjak serta melepaskan tembakan ke udara hingga membuat tekanan bagi terdakwa.

Sehingga, tegas hakim, unsur memiliki, menyimpan, menguasai tidak terbukti dalam Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Sehingga, kata hakim, Pasal 114 Ayat (1)  UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dakwaan alternatif kedua jaksa dengan sendirinya tidak terbukti.

"Majelis sependapat dengan kami. Memang dari fakta sidang sangat jelas dari saksi meringankan yang kami hadirkan tidak ada terdakwa menuju jembatan tempat ditemukan sabu oleh petugas. Selain itu ia dipaksa mengaku kepemilikan sabu itu. Tidak hanya itu saksi satpam lain yang ada di TKP hanya satu yang dijadikan saksi," tegas Bambang Nugroho saat bersama Agung Adisetiyono (Advokt dari PPKHI) penasihat hukum terdakwa usai sidang di Pengadilan Negeri Sampit.

Menurut Majelis Hakim di PN Sampit  Idrus Bebas "Terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa," Ucap hakim Muslim Setiawan dalam amar putusannya di Pengadilan Negeri Sampit, Rabu, 15 Mei 2019.

Hakim juga memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan serta memulihkan harkat, martabat serta hak-haknya.

"Atas putusan ini bisa menyatakan melakukan upaya hukum atau pikir-pikir selama 7 hari," Pada saat dibacakan  hakim sebelum mengetuk palu menutup sidang itu.

Idrus langsung menangis begitu juga calon istrinya yang batal ia nikahi akibat terjerat kasus itu saat mengikuti persidangan terdakwa.

Sidang lalu jaksa menuntutnya selama 6,5 tahun penjara atas tuduhan kepemilikan 0,2 gram sabu. Idrus dibidik Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta denda sebesar Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan oleh jaksa pada Kejari Seruyan, Cyrilus I Santosa.

Idrus diamankan pada 22 September 2018 atas kepemilikan satu paket sabu. Ia ditangkap di Jalan Poros Blok J 57/58 PT Mitra Karya Agroindo, Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan saat sedang patroli bersama rekannya.

 Ketikan ditanyakan Posisi Idrus Agung Adysetiono, SH mengatakan “idrus telah pulang ke rumahnya dan telah ketemu dengan calon istrinya idrus, kami juga mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak, atas suportnya dalam mencari keadilan untuk idrus” kata om Brewok  (panggilan akrab Agung ) pada Rankannauli.com..,   (Tim - RN)

Share

0 Comments

Join the Conversation